Sun. May 29th, 2022

Ada banyak cara yang dapat dilakukan saat ini jika ingin mendapatkan tambahan dana. Salah satunya adalah melalui situs crowdfunding Indonesia. Tapi sebelum melakukannya, tentu kamu harus tahu dulu seperti apa sistem permodalan terbaru ini. Jadi untuk kamu yang menggunakan peminjaman dana lewat situs semacam ini, dana yang didapatkan nanti berasal dari beberapa investor yang melakukan penggalangan dana. Tapi tidak semua pemilik usaha akan mendapatkan modal ini. Jadi hanya pelaku usaha yang dapat meyakinkan investor saja.

Jadi apabila kamu ingin mendapatkan suntikan dana dengan cara yang mudah, kamu harus buat proposal terbaik yang di dalamnya memuat informasi-informasi yang dibutuhkan untuk bisnis kamu di platform urun dana. Kamu harus ceritakan seperti apa konsep bisnis yang kamu jalankan beserta prospek ke depannya. Jika ada investor yang tertarik, pasti mereka akan melakukan penggalangan dana supaya membantu kamu untuk melakukan inovasi dan pengembangan usaha yang kamu miliki. Jika kamu tertarik dengan sistem permodalan seperti ini, kamu harus simak apa yang menjadi risiko atau kerugian yang akan kamu hadapi nanti:

1. Reputasi Pemilik Usaha Dapat Terancam

Risiko yang pertama adalah reputasi pemilik usaha dapat terancam jika menggunakan sistem permodalan ini. Jadi risiko kegagalan yang terjadi dalam proyek yang didanai banyak orang pastinya akan berpotensi dalam merusak reputasi dan citra dari pemilik bisnis. Jika kamu tidak ingin hal semacam ini terjadi, itu artinya kamu harus bekerja keras supaya bisnis yang kamu jalani terus maju dan berkembang.

2. Sangat Rentan Terjadi Pencurian Ide

Kedua, banyak pemilik bisnis yang juga akan dihadapkan dalam suatu dilema dimana mereka harus merilis produknya ke khalayak ramai saat awal pendanaan dilakukan. Ide bisnis yang belum dipatenkan bisa dicuri oleh orang lain yang tidak bertanggungjawab. Padahal memiliki ide bisnis yang orisinal adalah sesuatu yang tidak ternilai harganya.

3. Investor Sering Merasa Kelelahan

Ketiga, investor atau pemberi dana biasanya akan merasa bosan dan bahkan berhenti memberikan dana kepada sebuah proyek apabila dihubungi terus menerus. Dan sudah banyak pelaku usaha yang melakukannya sehingga dalam perkembangan bisnisnya, mereka tidak mendapatkan suntikan dana lagi dari investor.

4. Resiko Tinggi

Dan terakhir, risiko dalam sistem permodalan semacam ini juga sangat tinggi terutama bagi investor. Jadi para investor tidak memiliki aturan yang mengikat sehingga dana yang terkumpul bisa saja tidak digunakan sebagaimana gambaran yang diajukan. Terkadang banyak pelaku usaha yang justru menggunakannya untuk keperluan pribadi.

Meski menguntungkan untuk para peminjam dana, tapi platform permodalan semacam ini sangat merugikan untuk para pemilik dana. Jadi jika kamu ingin dana yang kamu berikan ke para peminjam aman, kamu bisa beralih ke sistem permodalan lainnya seperti P2P Lending. Salah satu P2P atau Peer To Peer Lending Indonesia yang dapat kamu pilih adalah Amartha. Di Amartha, keuntungan yang didapatkan sangat tinggi bahkan hingga mencapai 15% di tiap tahunnya. Dan di platform ini juga, kamu bisa melakukan pendanaan secara berkelompok atau equity crowdfunding OJK tapi dikemas dengan lebih aman dan terpercaya.